Kondisi Mahasiswi Saat Ditinggal Mati Argiyan: Terikat dan Masih Teriak Lirih

Depok

Mahasiswi berinisial KRA (20) dicekik hingga tewas oleh pacarnya, Argiyan Arbirama (20). Setelah membunuh korban, Argiyan kabur meninggalkan KRA dalam kondisi terikat dan berteriak lirih.

Hal ini terungkap dalam rekonstruksi yang digelar di lokasi kejadian, Jalan Belacus, Gang H Daud, Sukmajaya, Depok, pada Selasa (23/1/2024). Dalam rekonstruksi terungkap, Argiyan mencekik korban hingga lemas.

“Setelah pelaku pakai baju, pelaku langsung mengikat kaki korban dengan sarung dan tangan korban diikat sarung bantal,” ujar penyidik membacakan adegan rekonstruksi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, Argiyan menutupi korban dengan selimut berwarna abu-abu dari kaki sampai kepala korban.

“Saat itu korban masih berteriak-teriak lirih,” imbuhnya.

Argiyan Kabur

Setelah mengikat korban yang dalam keadaan terikat dan lemas, Argiyan kabur dari kontrakan. Dia bergegas meninggalkan kontrakannya dengan motor.

Tapi, sebelum kabur, Argiyan mengambil ponsel dan dompet korban yang ada di ruang tamu. Ia lalu mengunci pintu kontrakannya untuk segera melarikan diri.

“Setelah keluar, pelaku mengunci pintu kontrakan kembali dan pelaku mendengar suara korban masih berteriak,” tuturnya.

Setelah itu, Argiyan mengirimkan pesan WhatsApp kepada ibunya yang sedang bekerja. Dia memberi tahu bahwa di rumah kontrakan ada perempuan yang dia ikat.

“Ibu pelaku kemudian langsung pulang ke rumah kontrakan dan menghubungi adik iparnya untuk datang ke kontrakan menemaninya,” katanya.

Setiba di kontrakan tersebut, ibunda Argiyan, FT (43), mendapati korban di atas kasur. FT sempat mengecek nadi korban di bagian lehernya.

“Kemudian Saudari FT mengoleskan minyak angin oles ke wajah bagian hidung dan mata disaksikan oleh adik iparnya dan di situ sudah tidak ada respons dari korban dan diketahui korban sudah meninggal,” tuturnya.

Setelah itu, FT ditemani adik ipar yang juga paman Argiyan mendatangi Polsek Sukmajaya. Dia melaporkan perihal kejadian itu ke polisi.

Argiyan ditangkap Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (19/1).

(mea/dhn) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *